Modul 01 · Persiapan Server

Konfigurasi IP Address

Sebelum menginstal layanan apa pun, server butuh alamat IP yang tetap (statis). Semua modul setelah ini — repo, DHCP, DNS, VPN, VoIP, web server — mengasumsikan server sudah punya IP yang jelas dan bisa dijangkau di jaringan.

Asumsi topologi: server memakai satu interface ens18 (sesuaikan dengan nama interface aslinya, cek dengan ip a) dengan IP statis 192.168.10.1/24, gateway 192.168.10.1 (server ini juga jadi gateway LAN), dan interface kedua opsional untuk koneksi ke internet.

1 Cek nama interface

root@debian:~#
ip a
# atau
ip link show

Catat nama interface yang aktif, misalnya ens18, enp0s3, atau eth0.

2 Edit /etc/network/interfaces

Debian 12 secara default masih memakai ifupdown, jadi konfigurasi IP statis dilakukan di file berikut.

nano /etc/network/interfaces
# interfaces(5) file used by ifup(8) and ifdown(8)
source /etc/network/interfaces.d/*

auto lo
iface lo inet loopback

# Interface ke LAN
auto ens18
iface ens18 inet static
    address 192.168.10.1
    netmask 255.255.255.0
    gateway 192.168.10.1
Perhatian: jika server juga terhubung ke internet lewat interface kedua (mis. ens19), isi gateway hanya pada interface yang mengarah ke internet — jangan dobel gateway di dua interface sekaligus.

3 Atur DNS resolver sementara

nano /etc/resolv.conf
nameserver 8.8.8.8
nameserver 1.1.1.1

File ini akan kita timpa lagi setelah DNS server sendiri jalan (lihat modul 04).

4 Terapkan konfigurasi

root@debian:~#
systemctl restart networking
# cek hasilnya
ip a show ens18
ping -c 3 192.168.10.1
ParameterNilai Contoh
IP Address192.168.10.1
Netmask255.255.255.0 (/24)
Gateway192.168.10.1
Range client (nanti)192.168.10.10 – 192.168.10.200